flying fox

Ada yang belum pernah mencoba permainan flying fox?? Atau minimal tau tentang permainan ini?? Anggap saja hampir semua orang minimal tahu permainan ini (yang belum, saya sarankan untuk minimal mencari tahu, klo bisa sampai pada tahap mencoba),..

Ijinkan saya berbagi sedikit cerita dan pengalaman di tambah bumbu-bumbu ala sinauurip,..

Pertama kali akan mencoba permainan-permainan yang cukup menantang ini saya saat di SMP waktu acara pramuka,.mungkin di jaman sekarang baru mencoba Flying fox di usia SMP bisa di bilang cupu,.karena banyak anak-anak kecil sudah berani atau minimalkan di berani-beraniin ama orang tuanya buat mencoba permainan ini,..Perasaan yang di rasain pasti : deg-degan, takut, kebelet pipis,..keringet dingin,..(sudah mulai berlebihan sepertinya,..), namun sesudah meluncur dan sampai di ujung,.apa yang di rasakan????? tepat!! pasti pengen nyoba lagi karena seru abis,..

Yupps mari kita urai satu-satu, saat kita mengalami rasa takut sebelum melakukan permainan ini sama seperti gejolak yang kita rasakan kita akan menghadapi sesuatu yang baru, sesuatu yang diri kita sendiri juga belum yakin mampu melewatinya, “Rasa Takut menghadapi sesuatu itulah yang lebih menakutkan daripada perasaan yang kita alami saat menghadapi sesuatu yang kita takuti tersebut

Next,..dari pengalaman saya dan beberapa diskusi saya dengan orang-orang saya temui yang pernah mencoba permainan ini hal yang paling berat untuk dilakukan pada permainan ini adalah saat MELEPASKAN KAKI KITA UNTUK MELUNCUR,. hal itu sama dengan saat akan keluar dari zona nyaman dan akan mencoba hal yang baru, hal yang tersusah adalah untuk membuat LANGKAH PERTAMA,.akan tetapi setelah kita melepaskan kaki dan meluncur apa yang terjadi? Semua terjadi begitu saja, semua akan mengikuti dan mendukung, sama saat kita telah berhasil membuka penghalang diri kita untuk membuat langkah pertama akan hal baru maka semua hal akan mengikuti dan lingkungan akan mendukung.

So? Come out from your comfort zone, the hardest thing to do is how You make your First Step,.

Salam Hangat,

Gelas yang selalu kosong,..

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Belajar dari: Prinsip angin

Pernah berada di jalanan yang panas terik, keringat bergerilya tidak terkontrol diseluruh tubuh??
Trus kemudian anda berteriak dalam hati,.”Angggiiiiinnnnn sini dong,…”
Trus apa yang terjadi? Ada angin? Ato masih panas?
Pasti beberapa saat kemudian adalah angin,..walaupun cuman sedikit,..lumayan buat mengusir peluh,..
Mari kita belajar sedikit dari prinsip angin,.. pengertian angin tu “gerakan udara dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah” (berdasarkan KBBI).
Ato gerakan udara dari tempat yang bersuhu rendah ke tempat bersuhu tinggi (lebih tinggi),..
Ayo kita ibaratkan suhu tinggi itu adalah kondisi dimana kita yang sedang dalam kesusahan, kegelisahan,..ato bla bla yang  sifatnya membuat kita “gerah” dan negatif,…
Kemudian kita selalu berharap ada pertolongan, pertanyaanya: “Apakah pertolongan itu datang?????” Ayo kita kembali ke prinsip terjadinya angin, dan kita kembali ibaratkan klo yang namanya angin itu adalah pertolongan, jawaban dari kegelisahan, orang yang diutus oleh Yang Kuasa untuk menolong kita ato semangat yang muncul dari kita untuk menyelesaikan masalah-masalah kita,. Maka kita akan berpikir bahwa Sang Pencipta kita tidak pernah meninggalkan kita dalam semua kesusahan dan kegerahan kita,..
Trus, apa saat kita dalam masalah hanya diam menunggu angin segar datang??
Yang harus kita lakuin adalah “Meningkatkan kemungkinan datangnya angin tersebut,….” mungkin dengan mulai membuka diri ke orang-orang terdekat, mulai berdamai dengan kejadian di masa lalu, ato mulai berpikir secara strategis hal-hal apa yang dapat menjadi solusi,.dan  banyak hal,..
Setelah itu??? Just Believe that God will do the rest after we do the best we can do,…

Salam Hangat,.
Gelas yang selalu kosong,..

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Kaca Spion (sebuah refleksi perjalanan)

Di sebuah siang yang terik, di pinggiran Jakarta yang walaupun masih tergolong pinggiran ternyata atmosfernya tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Dalam sebuah lamunan yang tidak sengaja terjadi ketika mengendarai motor setengah baya kesayangan, terbayang masa-masa lalu yang seolah kembali di di dramakan di hadapanku. Masa dimana banyak kisah terjadi, kisah senang, kisah aneh, kisah sedih atau apapun itulah yang pasti saat kenangan itu terjadi di masa lalu semua berjalan seolah tanpa beban dan tanpa kebayang kalau sekarang aku membayangkannya. “ssssssstttttt”, suara rem motor tua ini membuyarkan lamunan gratis dan memiliki kenikmatan ini karena aku berhenti di sebuah lampu merah yang tidak dijaga petugas berseragam cokelat.Saat ini ternyata keadaan berbeda, perjalanan panjang mulai harus ditapaki selangkah demi selangkah dan tidak bisa  terus menerus melihat masa lalu.

Seperti spion tua di motor  yang telah menemani perjalananku lebih dari 8 tahun ini, kita harus melihat masa lalu itu hanya  seperti melihat di spion ini, hanya sesekali, bukan terus menerus karena itu akan mengganggu arah perjalanan hidup kita. Melihat spion adalah untuk membantu kita mengendarai kendaraan kita menuju arah yang benar, memastikan kita tidak merugikan kendaraan yang lain, memastikan kita berbelok dengan benar, bukan membuat kita tertabrak di depan kita. Hal itu sama ketika kita melihat masa lalu kita, bukan untuk membuat kita tertabrak untuk masa depan kita tapi untuk membuat lebih bijak dalam menentukan dan menjalani perjalanan kita.

Yups, Mari Kita Bersyukur untuk apapun masa lalu kita, Karena apapun kondisinya masa lalu membuat kita bisa menjalani kehidupan saat ini dan mempersiapkan masa depan.

Salam Hangat,

“Gelas yang selalu kosong”

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Belajar dari: Pak Mamad dan Areng Batok

Pak mamad, seorang bersahaja yang memiliki kisah-kisah sederhana dalam hidupnya. Berawal dari keluarga yang kurang mampu, Pak Mamad tidak berhasil menyelesaikan pendidikan formal sekolah dasar namun dalam perjalanan kisah hidupnya beliau mampu menjelaskan dengan tersirat apa arti sekolah dan belajar bagi kita semua. Tidak berhasil menyelesaikan SD lantas tidak membuat seorang Pak Mamad putus asa, dia mengambil cara lain untuk memaknai hidupnya, “Yah,..ga pa pa mas gak lulus SD yang penting udh bisa baca, nulis ama ngitung” jelas Pak Mamad. Pak Mamad akhirnya terbiasa untuk bekerja keras dan belajar dari banyak pengalaman dia, mulai menjadi tukang menambang pasir di kali dekat rumahnya, bekerja serabutan di kampung, berdagang, mencoba menaklukan rimba Jakarta hingga membuat genting dari tanah lempung yang melimpah di kampungnya.

“ Saya itu kayaknya gak cocok kerja ama orang lain,..”celetuk Pak Mamad singkat ditengah obrolan saya dengan beliau. “lha kenapa emang pak?” singkat saya menyela.. “ lha giman ya mas, saya tu mikirnya ikut orang tu g enak, di suruh-suruh, saya lebih seneng ngasih garapan ke orang” balas Pak Mamad.

Pada saat menjalankan usaha dari membuat genting itulah jalan mulai terbuka, karena pada saat itu secara tidak sengaja Pak Mamad melakukan pembakaran genting menggunakan sampah kelapa, saat itu Pak Mamad mengamati api dan panas yang dihasilkan ternyata bagus dan tahan lama. Tapi pada saat itu Pak Mamad masih belum terlalu menyadari, namun pada saat dia berkunjung sebuah pabrik di Jakarta sebuah peluang menghampirinya. Salah seorang penanggung jawab logistik meminta tolong untuk mencarikan bahan bakar yang baik, dia menyebutkan kriteria dan alternatifnya adalah dari areng batok. Areng batok??? Sebuah kosa kata baru yang berkunjung ke telinga Pak Mamad, singkat cerita Pak Mamad berusaha mencari tahu bagaimana membuat sebuah areng batok, dengan percobaan sederhana yang dia lakukan berulang-ulang akhirnya Pak Mamad mengirim sebuah sample kepada pabrik tersebut dan ternyata kadar karbon dan kondisi fisik areng batok buatan Pak Mamad sesuai.

Pak Mamad terus belajar dan mencoba untuk menemukan cara yang baik di dalam membuat areng batok, terus mengembangkan relasi yang baik dengan pabrik, mengembangkan kemitraan dengan IPB untuk pemanfaatan limbah asap cair dari pembuatan areng batok Pak Mamad, memberikan lapangan kerja untuk beberapa orang tetangganya sehingga usaha areng batok Pak Mamad berhasil memberikan penghidupan bagi Pak Mamad dan keluarga.

Teman-teman, cerita inspiratif ini penulis ambil dari sebuah kisah sederhana yang diungkapkan Pak Mamad seorang pengusaha areng batok yang memberikan pemaknaan sebenarnya tentang arti belajar, bukan bagaimana tinggi nya pendidikan seseorang tapi bagaimana menggunakan pengetahuan agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Di sebuah sore yang gerimis dan di temani secangkir teh hangat penulis mendapatkan sebuah pelajaran berharga.

Teman kita harus bisa memaknai arti kata “belajar” secara lebih luas.

 

Salam hangat,.

Gelas yang selalu kosong.

 

 

Pak mamad, seorang bersahaja yang memiliki kisah-kisah sederhana dalam hidupnya. Berawal dari keluarga yang kurang mampu, Pak Mamad tidak berhasil menyelesaikan pendidikan formal sekolah dasar namun dalam perjalanan kisah hidupnya beliau mampu menjelaskan dengan tersirat apa arti sekolah dan belajar bagi kita semua. Tidak berhasil menyelesaikan SD lantas tidak membuat seorang Pak Mamad putus asa, dia mengambil cara lain untuk memaknai hidupnya, “Yah,..ga pa pa mas gak lulus SD yang penting udh bisa baca, nulis ama ngitung” jelas Pak Mamad. Pak Mamad akhirnya terbiasa untuk bekerja keras dan belajar dari banyak pengalaman dia, mulai menjadi tukang menambang pasir di kali dekat rumahnya, bekerja serabutan di kampung, berdagang, mencoba menaklukan rimba Jakarta hingga membuat genting dari tanah lempung yang melimpah di kampungnya.

“ Saya itu kayaknya gak cocok kerja ama orang lain,..”celetuk Pak Mamad singkat ditengah obrolan saya dengan beliau. “lha kenapa emang pak?” singkat saya menyela.. “ lha giman ya mas, saya tu mikirnya ikut orang tu g enak, di suruh-suruh, saya lebih seneng ngasih garapan ke orang” balas Pak Mamad.

Pada saat menjalankan usaha dari membuat genting itulah jalan mulai terbuka, karena pada saat itu secara tidak sengaja Pak Mamad melakukan pembakaran genting menggunakan sampah kelapa, saat itu Pak Mamad mengamati api dan panas yang dihasilkan ternyata bagus dan tahan lama. Tapi pada saat itu Pak Mamad masih belum terlalu menyadari, namun pada saat dia berkunjung sebuah pabrik di Jakarta sebuah peluang menghampirinya. Salah seorang penanggung jawab logistik meminta tolong untuk mencarikan bahan bakar yang baik, dia menyebutkan kriteria dan alternatifnya adalah dari areng batok. Areng batok??? Sebuah kosa kata baru yang berkunjung ke telinga Pak Mamad, singkat cerita Pak Mamad berusaha mencari tahu bagaimana membuat sebuah areng batok, dengan percobaan sederhana yang dia lakukan berulang-ulang akhirnya Pak Mamad mengirim sebuah sample kepada pabrik tersebut dan ternyata kadar karbon dan kondisi fisik areng batok buatan Pak Mamad sesuai.

Pak Mamad terus belajar dan mencoba untuk menemukan cara yang baik di dalam membuat areng batok, terus mengembangkan relasi yang baik dengan pabrik, mengembangkan kemitraan dengan IPB untuk pemanfaatan limbah asap cair dari pembuatan areng batok Pak Mamad, memberikan lapangan kerja untuk beberapa orang tetangganya sehingga usaha areng batok Pak Mamad berhasil memberikan penghidupan bagi Pak Mamad dan keluarga.

Teman-teman, cerita inspiratif ini penulis ambil dari sebuah kisah sederhana yang diungkapkan Pak Mamad seorang pengusaha areng batok yang memberikan pemaknaan sebenarnya tentang arti belajar, bukan bagaimana tinggi nya pendidikan seseorang tapi bagaimana menggunakan pengetahuan agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Di sebuah sore yang gerimis dan di temani secangkir teh hangat penulis mendapatkan sebuah pelajaran berharga.

Teman kita harus bisa memaknai arti kata “belajar” secara lebih luas.

 

Salam hangat,.

Gelas yang selalu kosong.

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Gandhul semangat

“Saat saya masih kecil dulu,..(kebetulan di desa), layaknya anak kecil masa itu, waktu lagi usum (baca:musim) maen sepeda kebo,.yang mungkin klo sekarang tahun 2010 ini sepeda jenis ini udah kuno, namun kala itu menjadi tren. Pagi, berangkat beraktivitas bisa ke sekolah, bantu orang tua ato apapun selalu pake sepeda, siang maen ke sana sini pake sepeda,.Nah, biasa nya kalo sedang bersepeda ada truk, mobil box dan sejenisnya lewat maka hal yang saya lakukan adalah genjot sepeda kenceng-kenceng sampai bisa di belakang truk ato mobil yang sedang melintas, karena dengan deket-deket truk tersebut bisa menyedot semangat meng-genjot saya yang tiba-tiba saja bisa menjadi berkali-kali lipat,..saya jadi bersemangat,. Saya berasa tersedot oleh kecepatan truk,..”

Cerita tersebut penulis (baca: sinauurip.co.cc) penulis simak dari seorang dosen yang juga pengusaha dan motivator di suatu siang saat ada 7 orang mahasiswa di sebuah jurusan di kampus IPB mengadakan seminar akademik bersamaan sekaligus. Cerita tersebut dilanjutkan dengan sebuah rangkaian kata-kata yang memberikan semangat, yaitu: “ Saat kita berada dalam lingkungan bersemangat, lingkungan bergairah,.maka jangan sampai kita tidak memanfaatkannya untuk juga meningkatkan semangat dan gairah kita,..karena percaya atau tidak Semangat itu menular,..

Teman-teman, kalo kita percaya bahwa SEMANGAT itu MENULAR maka ada dua hal yang bisa kita lakukan,.pertama kita dulu  yang bersemangat kemudian menularkan ke orang lain, orang lain menularkan lagi,.dan seterusnya,..atau…..

Kita menyediakan diri untuk di tulari semangat dari orang lain, bila kita belum semangat,..sehingga kita bisa semangat dan pilihan pertama tadi bisa terjadi,..

Berbicara soal semangat, saya ada sedikit uraian singkat,.(murni pemikiran sendiri, gak ada daftar pustakanya kalo omongan yang ini,..) : Kata semangat itu kalo di Inggriskan ( gaya beut dah,..) artinya SPIRIT,..dan kata SPIRIT dalam bahasa latin berarti jiwa,.. Jadi kalo kita mau semangat dalam menjalankan sesuatu kita harus melibatkan seluruh jiwa kita, kita menjiwai hal yang kita lakukan,..

Ayo semangat teman,..

 

Salam Hangat, Gelas yang selalu Kosong

Terima Kasih kepada Bapak Abdul Basith (Dosen IPB, Motivator, Pengusaha), atas inspirasinya,..

“Saat saya masih kecil dulu,..(kebetulan di desa), layaknya anak kecil masa itu, waktu lagi usum (baca:musim) maen sepeda kebo,.yang mungkin klo sekarang tahun 2010 ini sepeda jenis ini udah kuno, namun kala itu menjadi tren. Pagi, berangkat beraktivitas bisa ke sekolah, bantu orang tua ato apapun selalu pake sepeda, siang maen ke sana sini pake sepeda,.Nah, biasa nya kalo sedang bersepeda ada truk, mobil box dan sejenisnya lewat maka hal yang saya lakukan adalah genjot sepeda kenceng-kenceng sampai bisa di belakang truk ato mobil yang sedang melintas, karena dengan deket-deket truk tersebut bisa menyedot semangat meng-genjot saya yang tiba-tiba saja bisa menjadi berkali-kali lipat,..saya jadi bersemangat,. Saya berasa tersedot oleh kecepatan truk,..”

Cerita tersebut penulis (baca: sinauurip.co.cc) penulis simak dari seorang dosen yang juga pengusaha dan motivator di suatu siang saat ada 7 orang mahasiswa di sebuah jurusan di kampus IPB mengadakan seminar akademik bersamaan sekaligus. Cerita tersebut dilanjutkan dengan sebuah rangkaian kata-kata yang memberikan semangat, yaitu: “ Saat kita berada dalam lingkungan bersemangat, lingkungan bergairah,.maka jangan sampai kita tidak memanfaatkannya untuk juga meningkatkan semangat dan gairah kita,..karena percaya atau tidak Semangat itu menular,..

Teman-teman, kalo kita percaya bahwa SEMANGAT itu MENULAR maka ada dua hal yang bisa kita lakukan,.pertama kita dulu  yang bersemangat kemudian menularkan ke orang lain, orang lain menularkan lagi,.dan seterusnya,..atau…..

Kita menyediakan diri untuk di tulari semangat dari orang lain, bila kita belum semangat,..sehingga kita bisa semangat dan pilihan pertama tadi bisa terjadi,..

Berbicara soal semangat, saya ada sedikit uraian singkat,.(murni pemikiran sendiri, gak ada daftar pustakanya kalo omongan yang ini,..) : Kata semangat itu kalo di Inggriskan ( gaya beut dah,..) artinya SPIRIT,..dan kata SPIRIT dalam bahasa latin berarti jiwa,.. Jadi kalo kita mau semangat dalam menjalankan sesuatu kita harus melibatkan seluruh jiwa kita, kita menjiwai hal yang kita lakukan,..

Ayo semangat teman,..

Salam Hangat, Gelas yang selalu Kosong

Terima Kasih kepada Bapak Abdul Basith (Dosen IPB, Motivator, Pengusaha), atas inspirasinya,..

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Ice Cream,..

Ice Cream???? Apa yang ada di pikiran anda begitu mendengar kata-kata ini?? Anda kebayang dinginnya? Kebayang bentuknya yang kayak jambul Monas? Kebayang lembutnya? Kebayang ngilu di gigi? Kebayang belepotan di kanan kiri bibir? atau Kebayang meleleh di tangan anda, trus anda jilat-jilat (klo yang ini gak terlalu penting untuk dibayangin,..hehe) ato dilap-in di baju?

Yupss, Anda tidak akan saya persalahkan untuk apapun yang anda bayangkan ketika mendengar kata Ice Cream,..karena apapun bayangan anda pada prinsip nya hak anda dan saya juga gak akan pernah tahu,..(kan cuman ada di bayangan anda,.hehe)

Saya berusaha untuk menceritakan bayangan rata-rata orang tentang sebuah Ice Cream,.yaitu bagaimana kita membayangkan kenikmatan saat menyantap Ice Cream,..yupss itu dia kita membayangkan fungsi utama dan tujuan utama kita menyantap sebuah Ice Cream..bukan membayangkan kalau nanti Ice Cream itu bakal meleleh di tangan kita dan mengotori tangan,..(jangan bayangin di jilat-jilat kayak anak kecil,..hehe,..)

Perumpamaan simple itu sama, saat kita akan memulai melakukan sesuatu, mulai merencanakan sesuatu,..hal utama yang harus kita bayangkan dan andai-andaikan bukanlah yang negatif yang bakal bisa terjadi tetapi kita tapi BAGAIMANA KITA BISA MENDAPATKAN FUNGSI DAN TUJUANNYA,..atau bahkan lebih,..Dalam kasus Ice Cream, sebelum membeli Ice Cream kita bayangkan minimal fungsi dan tujuan utama nya yaitu kita bisa merasakan kenikmatan utama dari Ice Cream ya,..minimal menikmati rasanya,.kalau pun bisa dapetin manfaat lebih kayak dapat pacar baru gara-gara kita nraktir cewek atau cowok Ice Cream,.minimal kita bayangkan kalo kita bisa menikmati Ice Cream,..

Nah, bagaimana kalo seandainya saat bayangin fungsi dan tujuan tiba-tiba kebayang hal-hal negatif? Kalo kita mendapatkan situasi tersebut, hal pertama dan utama yang harus, mesti, kudu wajib kita lakuin adalah bersyukur,..loh?? karena kita di beri kesempatan lebih awal untuk dapat mengantisipasi risiko, atau hal-hal negatif,.sehingga kita bisa lebih siap,..(dalam kasus Ice Cream,.kalo kita udah kebayang bakal belepotan..maka dari awal kita bisa minta tissue ke penjualnya,.ato makan Ice Cream di deket toilet umum,.ato apa pun lah,..)

Jadi, kalo kita ingin melakukan atau merencanakan sesuatu,..hal pertama yang harus kita bayangkan adalah bagaimana kita bisa mendapat fungsi dan tujuannya bukan hal-hal negatifnya.

Salam Hangat,. Gelas yang selalu kosong,…

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment

Belajar Kerendahan hati dari : “ Seorang Ibu Pengusaha Batik Usia 66 tahun”

Akhir Oktober 2010, karena suatu keperluan saya harus melakukan sebuah perjalanan ke Kota Pelajar menggunakan salah satu transportasi andalan negri ini yaitu kereta api. Dari sebuah stasiun di Jakarta saya mengawali perjalanan, karena tiket duduk habis saya akhirnya mendapat tiket tempat duduk panjang alias ngemper bersama beberapa orang lainnya. Di sebuah pojokan kereta ternyata ada dua orang wanita tua yang dengan tenang dan seperti sudah biasa, membenahi tikar kecil yang dia persiapkan sendiri dan menata beberapa kardus bawaan mereka berdua. Tangan berkerut, terlihat kasar dan berwarna coklat tua seolah menunjukkan bahwa ibu-ibu tersebut adalah seorang pekerja keras dan kuat. Jejak-jejak garis di kening yang berurutan, sedikit kantung mata dan segaris senyum di wajahnya menunjukkan betapa tabah dan sabarnya beliau berdua menjalani hidup. Sekilas saya berpikir bahwa figur kedua wanita luar biasa adalah seorang ibu tua yang karena tuntutan keadaan mengharuskan mereka untuk terus berjuang dan bekerja hanya untuk bertahan hidup di “Rimba raya Jakarta” namun ternyata apa yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya telah telah terjadi pada kedua wanita tersebut. “Tindak pundi, bu?” Sapaku dalam bahasa Jawa halus yang artinya “ Mau kemana Ibu?”, “Kondhur dateng Solo mundhut Batik malih (red: Pulang ke Solo, ngambil Batik lagi)”. Semakin menarik obrolan saya dengan dua wanita luar biasa ini dan ternyata dua Ibu ini adalah seorang pedagang Batik yang dalam 1 minggu melakukan dua kali perjalanan bolak-balik Jakarta-Solo untuk mengambil sejumlah batik dan menjual di Pasar Induk Kramat Djati. Dalam satu minggu Ibu tersebut melakukan dua kali transaksi batik yang dalam satu transaksi Ibu tersebut mendapat keuntungan bersih Rp 500.000,00 jadi dalam perhitungan saya dalam satu bulan menghasilkan Rp 4.000.000,00 bersih. Sebuah nominal  yang membutuhkan sebuah rutinitas apabila kita menjadi seorang pekerja, membutuhkan waktu yang cukup lama apabila kita menjadi seorang abdi negara namun di usia senjanya yang seharusnya mendapat waktu beristirahat kedua ibu tersebut memutuskan untuk tetap bekerja dan dengan hasil yang terbilang cukup besar.  Udara pun berhembus mulai dingin namun itu justru berbanding terbalik dengan hangatnya obrolan santai kita bertiga, semakin jauh aku berbincang dengan mereka bukan kebosanan yang aku dapat seperti apabila aku berdialog dengan orang-orang tua yang membosankan karena aku seperti berada dalam sebuah seminar motivasi yang biasanya kita dapat dengan harga yang mahal namun malam itu saya dengan gratis. Bagaimana tidak ternyata dibalik kesederhanaan yang Ibu itu citrakan terdapat seorang figur pengusaha yang luar biasa. Ibu tersebut adalah seorang Ibu yang  kuat yang dapat MENAKLUKAN JAKARTA bukan yang kalah dimakan usia dan penderitaan, dengan ringan Ibu berkata “ JAKARTA itu gampang mas, enak,.apa-apa bisa jadi duit”. Dalam usia Ibu yang sudah senja beliau seharusnya tinggal menikmati istirahat dan hasil yang selama ini beliau kerjakan, bagaimana tidak saat Ibu mengambil Batik dari Solo sudah ada langganan yang dapat memberikan kemudahan mendapatkan Batik dan saat tiba di Jakarta sudah ada orang yang pasti memborong habis Batik yang ibu bawa. Kondisi tersebut seharusnya memungkin beliau untuk tidak harus bolak-balik Jakarta-Solo 2 kali dalam seminggu namun cukup memanfaatkan kemajuan teknologi dan pengiriman barang. Sebagian besar uang yang Ibu dapat diberikan kepada anak dan cucunya dan sebagian dia simpan dan terus di putar untuk berdagang, padahal anak-anak dan cucunya beliau didik untuk berdagang dan hampir semua memiliki usaha yang cukup sukses.  “ Kulo niku mas, nek mboten nyambut damel malah dadi tiyang sepuh ingkang ringkih sing sagede cuman ngrepoti lare lan wayah kulo tok” sebuah kalimat yang artinya “ Saya itu mas, kalau tidak bekerja bakal jadi orang tua yang rentan yang cuman bisa ngrepoti anak dan cucu saya”. “ Luar biasa” kata ku dalam hati suatu contoh SEMANGAT YANG TIDAK ADA BATASNYA YANG DIBALUT DALAM SEBUAH KESEDERHANAAN dan KERENDAHAN HATI.  Malam itu aku seperti disadarkan oleh sepenggal kata-kata mutiara yang selama ini cukup tidak asing untuk kita dengar “ Don’t Judge the Book by It’s Cover”. Karena sungguh apa yang kita sering lihat oleh indra pengeliatan kita memiliki suatu keterbatasan oleh karena itu Tuhan memberi kita mulut untuk menggenapi apa yang ditangkap mata dan memberi kita Telinga untuk mendengar lebih banyak.
Salam Hangat,  Gelas yang selalu kosong,
Dari sebuah ular besi panjang yang mengarah ke Jogja di malam yang dingin.
Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment